Selasa, 11 November 2014

Perencanaan, Penetapan, dan



Definisi Perencanaan :
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain-pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan-tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Definisi Pengorganisasian :
Menurut Kardaman A.M (1996): Pengorganisasian adalah keseluruhan pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tugas,kewenangan dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatuorganisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telah ditetapkan.

            Definisi Struktur Organisasi :
Menurut Handoko T. Hani (2003) Struktur Organisasi adalah suatu susunan komponen-komponen (unit kerja) dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan, pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan (integrasi) secara formal.

Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen :
Organisasi sebagai fungsi manajemen adalah organisasi memberi langkah-langkah kepada manajemen untuk melaksanakan kegiatan dan fungsi manajemen. Organisasi atau pengorganisasian dapat dirumuskan sehingga keseluruhan aktivitas manajemen di dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan tercapainya aktifitas-aktifitas manajemen yang sebelumnya telah ditentukan terlebih dahulu.
Dimana yang dimaksudkan dengan fungsi-fungsi manajemen menurut solihin Ismail (2010)  itu adalah sebagai berikut:
·         Forecasting
·         Planning termasuk budgeting
·         Organizing
·         Staffing atau assembling resources
·         Directing atau commanding
·         Leading
·         Coordinating
·         Motivating
·         Controlling and Reporting.

Senin, 13 Oktober 2014

Softskill - Cara Me-manage Perusahaan

PT. Vaksin X
A.    Pengertian Perusahaan
Perusahaan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sesorang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan yang akan dituju. Dengan kata lain perusahaan merupakan suatu bentuk badan usaha yang lebih menekankan pada profit atau keuntungan dari barang atau jasa yang di tawarkan kepada seseorang oleh perusahaan tersebut.
Perseroan Terbatas (PT) merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan.
Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.

B.    Visi dan Misi dari Perusahaan :
1.     Visi Perusahaan :
Menjadi produsen vaksin yang berdaya saing global.
2.     Misi Perusahaan :
1)    Memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan vaksin yang berkualitas internasional untuk kebutuhan Pemerintah, Swasta Nasional, dan Internasional.
2)    Mengembangkan inovasi vaksin sesuai dengan kebutuhan pasar.
3)    Mengelola perusahaan agar tumbuh dan berkembang dengan menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance.
4)    Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan pemegang saham, dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya.

C.     Cara Me-manage Perusahaan :
1.     Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.
2.     Manajemen Pemasaran
Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran. Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang.
3.     Manajemen Distribusi
Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.
4.     Manajeme Finansial
Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki.
Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan.
Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.

Selasa, 08 Juli 2014

Kesehatan mental - Penyalahgunaan Identitas Sebagai Polisi


Latar Belakang
Seragam adalah seperangkat pakaian yang biasanya dipakai sehari-hari sebagai penanda sekelompok orang yang bernaung dibawah organisasi tertentu, atau juga instansi tertentu. Seragam juga dapat menunjukkan identitas seseorang, profesi seseorang, misalnya seragam polisi, dokter, dan lain-lain. Dalam beberapa instansi seragam juga bisa menunjukkan pangkat atau jabatan seseorang. Pemakaian seragam di masyarakat memberikan tanggung jawab yang berbeda-beda bagi si pemakai seragam. Tujuan memakai seragam adalah untuk membuat sesuatu yang berbeda menjadi sama. Seperti arti kata seragam itu sendiri yaitu, sama dan sejenis. Dengan “penyeragaman” ini akan menciptakan persamaan, kebersamaan, dan kesetaraan sesama anggota kelompok, organisasi. Dengan terciptanya kebersamaan ini, akan memudahkan kelompok dalam mengorganisir dan menyusun strategi untuk mencapai tujuan atau target organisasi.
Pengguna seragam polisi, itu menandakan orang tersebut berprofesi sebagai polisi, yang tugasnya adalah sebagai alat lembaga Negara yang mempunyai tugas dan tujuan untuk melindungi dan mengayomi masyarakat maupun warga Negara.
Sedangkan untuk mendapatkan seragam membutuhkan waktu yang cukup lama, selain itu juga membutuhkan pengorbanan fisik dan mental. Karena cara mendapatkan seragam yang berbeda itulah, si pemilik seragam sangat menjaga seragam atau statusnya yang dapat ditunjukkan melalui seragam tersebut. Seperti polisi, untuk mendapatkan seragam polisi seseorang taruna harus menempuh pendidikan yang panjang yang melibatkan fisik, kognitif, dan mentalnya.
Namun, pengguna seragam sering sekali disalahgunakan oleh pemiliknya. Penyalahgunaan tersebut biasanya karena si pengguna seragam merasa mempunyai kekuasaan yang lebih dari orang yang tidak menggunakan seragam yang sama. Keangkuhan biasanya biasanya ditunjukkan oleh si pemakai seragam kepada pihak yang lebih lemah, misalnya akademi yang lebih muda atau masyarakat. Pada kenyataannya dalam keseharian yang dapat kita lihat dan yang kita rasakan adalah polisi bagaikan hantu yang sangat menakutkan baik di siang maupun di malam hari. Alat pengayom malah menjadi suatu yang ditakuti masyarakat, bukannya dihormati masyarakat.Makna mengayomi disini maksudnya adalah memberikan contoh, terutama contoh yang baik untuk pemerintah, rakyat, maupun negaranya.
Banyak sekali wewenang polisi yang kita temui di dalam kehidupan sehari-hari.Polisi memang alat pengaman Negara, bersama tentara, polisilah yang bertugas mengawal stabilitas Negara. Tetapi pada hak dan kewajiban polisi tetaplah sebagai warga Negara yang sama seperti warga Negara sipil lainnya. Bedanya hanya diwewenang saja. Sebagai sama-sama manusianya, polisi juga punya salah, punya khilaf, punya dosa, punya ego, punya nafsu akan keduniaan, yang cobaannya lebih banyak dari warga Negara biasa. Wewenang adalah cobaan utama bagi seorang polisi. Seperti pada kasus tertangkapnya seorang public figure yang terkenal di dunia entertain, sebut saja A yang sedang melakukan pesta narkoba di kediamannya bersama teman-teman A.

Landasan Teori
Dalam teori behaviorisme dari John B. Watson (1878-1958) kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional, behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalian oleh faktor-faktor lingkungan.Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia.Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Dari hal ini, timbulah konsep ”manusia mesin” (Homo Mechanicus). Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioral dengan stimulusnya.
Dalam salah satu teori defense mechanism yang dikemukakan Sigmund Freud, yaitu rasionalisme dimana perilaku negatif yang dimunculkan, muncul karena adanya alasan bagi individu yang menjelaskan mengapa perilaku tersebut dapat dimunculkan.Perilaku rasionalisme dilakukan untuk mecari-cari alasan agar perilaku salah yang dilakukan dapat diterima di lingkungan sosial.
Dalam teori perilaku menyimpang menurut Robert M.Z Lawang adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan suatu usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku orang yang menyimpang atau abnormal tersebut.
Dalam teori humanistik oleh Abraham Maslow menunjukkan bahwatingkah laku  individu pada mulanya ditentukan oleh bagaimana mereka merasakan dirinya sendiri dan dunia sekitarnya, dan individu bukanlah satu-satunya hasil dari lingkungan mereka seperti yang dikatakan oleh ahli teori tingkah laku, melainkan langsung dari dalam (internal), bebas memilih, dimotivasi oleh keinginan untuk aktualisasi diri (self-actualization) atau memenuhi potensi keunikan mereka sebagai manusia.
Abraham Maslow mengatakan bahwa di dalam diri individu ada dua hal:
  1. Suatu usaha yang positif untuk berkembang
  2. Kekuatan untuk melawan atau menolak perkembangan itu
Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarki. Bila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan pertama, seperti kebutuhan psikologis, barulah ia dapat menginginkan kebutuhan yang terletak di atasnya, ialah kebutuhan mendapatkan rasa aman dan seterusnya.
Maslow Berfokus pada individu secara keseluruhan, bukan hanya satu aspek individu, dan menekankan kesehatan daripada sekedar penyakit dan masalah.

Pembahasan
Pengguna seragam sering sekali disalahgunakan oleh pemiliknya. Penyalahgunaan tersebut biasanya karena si pengguna seragam merasa mempunyai kekuasaan yang lebih dari orang yang tidak menggunakan seragam yang sama. Keangkuhan biasanya biasanya ditunjukkan oleh si pemakai seragam kepada pihak yang lebih lemah, misalnya akademi yang lebih muda atau masyarakat. Pada kenyataannya dalam keseharian yang dapat kita lihat dan yang kita rasakan adalah polisi bagaikan hantu yang sangat menakutkan baik di siang maupun di malam hari. Alat pengayom malah menjadi suatu yang ditakuti masyarakat, bukannya dihormati masyarakat.Makna mengayomi disini maksudnya adalah memberikan contoh, terutama contoh yang baik untuk pemerintah, rakyat, maupun negaranya.
Banyak sekali wewenang polisi yang kita temui di dalam kehidupan sehari-hari.Polisi memang alat pengaman Negara, bersama tentara, polisilah yang bertugas mengawal stabilitas Negara. Tetapi pada hak dan kewajiban polisi tetaplah sebagai warga Negara yang sama seperti warga Negara sipil lainnya. Bedanya hanya diwewenang saja. Sebagai sama-sama manusianya, polisi juga punya salah, punya khilaf, punya dosa, punya ego, punya nafsu akan keduniaan, yang cobaannya lebih banyak dari warga Negara biasa. Wewenang adalah cobaan utama bagi seorang polisi. Seperti pada kasus tertangkapnya seorang public figure yang terkenal di dunia entertain, sebut saja A yang sedang melakukan pesta narkoba di kediamannya bersama teman-teman A. Saat itu polisi mendengar isu-isu tersebut dari masyarakat disekitar kediaman A. Karena isu-isu tersebut telah banyak beredar dan telah ada salah satu masyarakat sekitar kediaman A yang telah melaporkan ke pihak kepolisian, maka polisi pun melakukan penggrebekkan di rumah kediaman A. Dan saat itu polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menandakan bahwa disana sedang berlangsungnya pesta kecil-kecilan. Dan semua orang yang sedang berada di tempat kejadian dibawa polisi untuk untuk diperiksa kebenarannya. Ternyata A positif menggunakan narkoba dan ia sekaligus menjadi tersangka dalam kasus penggrebekkan tersebut. Tetapi A tetap saja mengelak bahwa ia tidak terlibat dalam kasus yang sedang menimpanya. A dan keluarganya berusaha bagaimanapun caranya agar A tidak dijadikan tersangka, seolah-olah A hanya korban dalam semua peristiwa ini. A melakukan ini karena A tidak ingin karir dan namanya hancur di dunia entertain. Apalagi nama A sedang naik daun di dunia perfilman. Dengan dinyatakan bahwa A adalah tersangka pengguna narkoba, A melakukan penyogokkan terhadap polisi yang telah menangkapnya saat terjadi penggrebekkan tersebut. A menyogok polisi dengan imbalan akan membayar dengan bayaran yang menggiurkan, bahkan melibihi pendapatan polisi yang biasa ia terima perbulanannya. Hal ini tentunya dapat menjadi hal yang menggiurkan apabila bisa terjadi penyogokkan ditempat, namun hal itu tidak akan pernah terjadi jika mereka telah benar-benar menjadi polisi yang sadar, yang sadar akan tugasnya dan tanggung jawabnya. Karena polisi juga manusia yang mempunyai nafsu, nafsu untuk mendapatkan uang yang sangat banyak untuk kelangsungan hidupnya, maka polisi tersebut menerima tawaran yang diberikan oleh A. Akhirnya polisi pun melakukan penyimpangan yaitu dengan memalsukan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi dan menjauhkan A dari segala bentuk tuduhan, hukuman, bahkan ancaman penjara.
Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan sosial, yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusian (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial. Perilaku memnyimpang itu semua bentuk perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang ada. Perilaku menyimpang dapat terjadi dimana saja, baik di kelurga maupun di lingkungan masyarakat. Penyimpangan terhadap norma-norma atau nilai-nilai masyarakat disebut deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut devian (deviant).
  
Analisis Kasus
Perilaku menyimpang menurut Robert M.Z Lawang adalah tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan suatu usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku orang yang menyimpang atau abnormal tersebut. Sama halnya dengan yang dilakukan polisi pada contoh kasus diatas bahwa, polisi melakukan perilaku menyimpang karena telah melakukan tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku seperti menerima sogokkan dan bersedia menjadi pihak yang berwenang yang memberikan keterangan palsu atas kejadian penggrebekkan kasus narkoba tersebut.
Teori humanistik dari Abraham Maslow (1954) menyatakan adanya kebutuhan akan kekuasaan. Kebutuhan ini timbul dan berkembang dalam interaksi sosial. Orang yang mempunyai power needs yang tinggi suka melakukan kontrol, mengendalikan atau memerintah orang lain. Kekuasaan membuat orang merasa paling tinggi diantara orang lain dan itu membuat orang melakukan tindakan seenaknya terhadap orang lain. Teori Maslow juga mnjelaskan bahwa perbedaan individu terletak pada motivasinya, yang tidak selalu stabil sepanjang kehidupan. Lingkungan hidup yang traumatic atau kesehatan yang terganggu dapat menyebabkan individu mundur ke tingkat motivasi yang lebih rendah.  Sama halnya dengan contoh kasus diatas, dijelaskan bahwa A mempunyai kebutuhan akan rasa dipatuhi seperti permintaannya kepada polisi agar tidak memperpanjang kasus yang sedang A alami, yaitu dengan cara menyogok polisi dengan uang sehingga A tidak akan dikenakan hukuman sebagai tersangka. Dengan kekuasaan yang A miliki ia bisa saja bertindak, mengendalikan, dan memerintah orang lain sesuai apa yang ia inginkan.

Kesimpulan
Banyak hal yang dapat melatarbelakangi munculnya perilaku, baik itu dari pengalaman, cara berfikir, maupun dari lingkungan. Keadaan individu yang merasa berkuasa dari orang lain yang dihadapinya juga dapat merubah dan mempengaruhi perilaku. Penggunaan seragam sebagai identitas profesi seseorang dapat membuat rasa percaya diri yang berlebih. Sehingga seragam yang dikenakan membuat dirinya menganggap orang lain lebih rendah darinya.
Jika perilaku orang yang berseragam berbuat tidak sesuat dengan apa yang seharusnya tidak ditindak lanjuti, maka penyalahgunaan seragam kepada masyarakat lemah akan banyak terjadi sehingga menjadi kasus turun-temurun. Sebaiknya ada kebijakan bagi orang yang melanggar norma dan aturan hukum, apalagi bagi penyalahgunaan seragam, agar tidak terjadi lagi penyimpangan berseragam atau penyimpangan sosial. Karena tidak seharusnya polisi sebagai alat lembaga negara yang mempunyai tugas dan tujuan untuk melindungi dan mengayomi masyarakat menyalahgunakan seragam sebagai lambang kekuasan untuk berbuat semena-mena, sehingga melanggar norma-norma hukum yang ada, sebab itu bukanlah tugas dan tujuan sebagai polisi berseragam. Sebagai polisi seharusnya taat menegakkan hukum serta menjalankan hukum agar rakyatnya pun ikut patuh akan peraturan dan norma hukum yang ada, karena salah satu tugas polisi adalah sebagai pengayom masyarakat, pengayom maksudnya memberi contoh yang baik bagi pemerintah, rakyat, serta negaranya.

Daftar Pustaka
Basuki, A.M. Heru. (2008). Psikologi umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Riyanti, Dwi. (1998). Psikologi umum 2. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Jess, feist. (2010). Psikologi kepribadian. Jakarta : Salemba Humanika.
Sarwono, S. W. (1997). Psikologi sosial : individu & teori-teori psikologi sosial. Jakarta : PT. Balai Pustaka.