PENDERITAAN YANG DIALAMI SEBAGIAN MANUSIA MENGHADAPI ERA TEKNOLOGI DAN
DAMPAKNYA TERHADAP REMAJA/ANAK-ANAK.
Saat ini dapat
kita lihat betapa kemajuan teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola
pikir masyarakat, terutama di kalangan remaja. Saya lebih menekankan dampak
teknologi pada kehidupan remaja dengan alasan merekalah yang lebih dekat dan
lebih banyak berinteraksi dengan teknologi seperti televisi, HP, ataupun
internet. Dan juga secara pengaruh, merekalah yang paling rentan terkena
pengaruh/dampak negatif dari teknologi tersebut. Kalo dulu kita lihat para
siswa bersekolah dengan hanya membawa buku-buku pelajaran ataupun alat tulis,
kini dapat kita saksikan para siswa berangkat sekolah dengan HP sebagai bawaan
wajib mereka. Entah sebetulnya mereka benar-benar membutuhkan HP tersebut
sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas bagi remaja sekarang, HP
merupakan sarana gaul yang mutlak mereka miliki. Semakin bagus HP yang mereka
punya, semakin merasa gaul dan percaya dirilah mereka (walaupun mungkin mereka
tidak tahu bagaimana cara menggunakan fitur-fitur canggih yang mereka punya di
HP mereka).
Dari mana para
remaja itu memperoleh HP tersebut? Dapat di pastikan, mereka memperolehnya dari
orang tua mereka masing-masing. Mayoritas para remaja, orang tuanya bekerja di
luar negeri seperti Malaysia atau Singapura. Dan umumnya, para orang tua itu
merasa bangga bisa memenuhi segala kebutuhan dan permintaan anaknya tanpa
mereka memperhatikan dampak yang akan timbul dari apa yang mereka para orang
tua berikan pada anak. Itulah ungkapan kasih sayang orang tua yang mungkin cara
penyampaiannya kurang tepat. Dengan memberi anak mereka HP keluaran terbaru,
misalnya, mereka merasa telah berhasil sebagai orang tua, tanpa mereka
pertimbangkan, akan di gunakan untuk apa HP tersebut oleh anak-anak mereka?
Memberikan alat
komunikasi seperti HP kepada anak, sesungguhnya bukan hal yang salah, karena
dengan HP tersebut, mungkin orang tua berharap komunikasi dengan sang anak
lebih mudah dan lancar, akan tetapi, hal tersebut menjadi boomerang ketika
ternyata HP tersebut disalah gunakan oleh anak untuk hal-hal yang negatif
seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno dan juga di gunakan sebagai
alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis untuk hal-hal yang kurang
bermanfaat seperti pacaran, sehingga dengan HP tersebut berdampak negatif pada
anak seperti terjadinya pergaulan bebas, seks di luar nikah dan menurunnya
prestasi belajar bahkan juga bisa terjadi anak mengambil uang ataupun barang
berharga milik orang tuanya tanpa izin hanya untuk membeli pulsa. Karena itu,
orang tua hendaknya benar-benar mempertimbangkan matangmatang segala dampak
yang akan timbul sebelum memutuskan untuk memberikan HP ataupun benda-benda
lain yang sekiranya berdampak negatif terhadap perkembangan anaknya.
Ketika
memutuskan untuk memberikan HP kepada anak, alangkah baiknya orang tua juga
mengawasi dan mengarahkan anak agar anak tidak lepas kontrol dalam menggunakan
HP. Tidak ada salahnya sewaktu-waktu kita memeriksa HP anak untuk mengetahui
isi yang ada di dalamnya dengan meminta ijin anak terlebih dahulu. Karena
dengan meminta ijin, anak akan merasa dihargai dan itu memberikan pengaruh yang
besar terhadap pribadinya dan juga membentuk kesan positif dalam diri mereka
tentang pribadi kita sebagai orang tua. Ketika kita dapati mungkin ada video
porno di HP anak, jangan langsung bersikap menghakimi dan menghukum layaknya
seorang polisi, akan tetapi alangkah baiknya kita tanyakan kepada anak darimana
dia mendapat video itu dan untuk apa dia menyimpannya. Apapun jawaban anak,
orang tua tidak boleh bersikap menghakimi dan menyalahkan anak, apalagi
memarahi anak dan berlaku ringan tangan. Akan tetapi kita ajak anak
berdiskusi/sharing mengenai hal tersebut, apa hal itu bermanfaat dan apa
dampaknya bagi anak, dan jangan lupa, ketika berdiskusi, kita juga harus
mendengarkan pendapat anak dan memberikan pengarahan yang tepat. Karena apapun
alasannya, kekerasan tidak menyelesaikan masalah, sekali kita berlaku kasar
apalagi main tangan terhadap anak kita, sesungguhnya kita telah menorehkan luka
dihatinya, yang sampai kapanpun luka itu tidak akan pernah sembuh dan akan
terus membekas di sanubarinya.
Selain HP,
kemajuan teknologi juga di tandai dengan masuknya akses internet, internet saat
ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Lewat
internet, mereka bisa mengakses segala informasi dari seluruh dunia. Tentu tak
semua informasi yang disajikan adalah informasi yang layak di akses oleh
remaja. Karena terkadang lewat internet mereka dapat dengan bebas menyaksikan
segala hal yang berbau pornografi dan pornoaksi yang memang dapat di akses
dengan mudah di dunia maya (internet). Hal ini tentu menimbulkan efek yang
kurang baik bagi perkembangan kepribadian remaja. Dari yang semula mereka
merasa tabu tentang seks, sampai akhirnya mereka melihat seksualitas yang di
obral di internet tanpa pengarahan serta bimbingan yang tepat dan mereka merasa
penasaran bahkan mencobanya. Karena itu, tak heran jika saat ini pergaulan
remaja di Bawean menjadi sangat mengkhawatirkan dan meresahkan masyarakat
terutama para orang tua.
Televisi, juga
merupakan produk modernisasi yang memberikan dampak yang besar terhadap
kehidupan dan perubahan nilai-nilai di masyarakat. Banyak orang meniru gaya
hidup dari publik figur yang mereka saksikan lewat televisi. Model baju
selebritis terbaru, model potongan rambut terbaru, bahkan juga tak jarang
meniru tingkah laku para selebritis yang mereka lihat lewat televisi, tanpa
peduli apakah gaya hidup selebritis ataupun publik figur yang mereka tiru dan
mereka jadikan sebagai role model itu sesuai dengan kondisi dan situasi dimana
mereka tinggal atau tidak. Hal ini juga melanda kalangan remaja, dimana memang
pada masa ini adalah masa dimana mereka para remaja mencari sesuatu yang
dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja, serta menjadikan role
modelnya itu sebagai identitasnya. Tak heran jika kita dapati banyak para
remaja meniru gaya para selebritis idola mereka, dari mulai gaya rambut, gaya
berbusana, bahkan gaya pacaran para artis yang mereka saksikan lewat televisi.
Sebagai orang
tua, seharusnya mengerti kondisi kejiwaan anak, terutama anak remaja. Menurut
para ahli psikologi masa remaja merupakan masa yang paling rentan dalam
perkembangan kejiwaan anak. Pada usia remaja ini, anak telah meninggalkan usia
kanak-kanak dimana mereka tidak dapat disebut lagi sebagai anak kecil, tapi
juga belum bisa di terima dalam kelompok orang dewasa. Pada masa ini anak telah
mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya (looking for identity/Identity
formation), berusaha untuk menemukan kelompok atau teman- teman yang mau
mengakui kemampuan dan menghargai dirinya dan telah mulai memiliki minat
terhadap lawan jenis (minat seksual). Masa remaja adalah masa pencarian jati
diri, dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja tersebut
melalui jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja gagal dalam
mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah, bagaikan
kapal yang kehilangan kompas, dan itu akan berdampak tidak baik terhadap
perkembangan kepribadiannya dimasa yang akan datang. Itulah kenapa, masa remaja
adalah masa yang paling rawan terhadap pengaruh yang datang dari luar. Baik
pengaruh positif ataupun pengaruh negatif, disinilah peran sebagai orang tua di
butuhkan untuk dapat membimbing dan mengarahkan anak remaja agar tidak
kehilangan kontrol dirinya (self control).
Seyogyanya pula
sebagai orang tua, selalu memantau perkembangan anak, dengan tanpa mengekang
kreatifitas ataupun dunia anak. Karena anak memiliki dunianya sendiri, dimana
mereka tinggal dengan segala imajinasi dan juga teman- teman yang mereka
miliki. Tugas orang tua lah mendidik dan mengarahkan agar nanti dunia anak kita
tidak hanya menjadi dunia yang dipenuhi dengan kegelapan, tapi juga dunia yang
diwarnai dengan keceriaan dan kebahagiaan serta dunia dimana mereka menilai
citra dirinya (image of self) secara positif dan memiliki rasa percaya diri
(self esteem).
Sekarang ini,
akibat produk modernisasi seperti televisi, HP ataupun internet, kita dapat
melihat bahwa tak ada bedanya gaya hidup masyarakat kota dengan masyarakat
desa. Budaya barat yang dahulu hanya di adaptasi dan di tiru oleh masyarakat
kota, dengan adanya kemajuan teknologi juga telah melanda masyarakat di
pedesaan. Budaya tolong menolong yang dahulu lekat dengan masyarakat desa,
lambat laun berkurang meski tidak hilang sama sekali, berganti dengan budaya
individualistik. Budaya santun dan lugu yang juga menjadi ciri khas masyarakat
pedesaan perlahan mulai pudar dan berganti dengan budaya urakan yang dengan
bangga mereka sebut dengan istilah gaul.
Pada
hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang
tak dapat kita hindari. Akan tetapi, kita dapat melakukan tindakan yang
bijaksana terhadap diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar
kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri
kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang
luhur. Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang
tua, kita harus melakukan suatu tindakan representative dan preventif, agar
semaksimal mungkin dapat mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap anak-anak
kita khususnya kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi
penerus perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya di masa
yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar